Galeri Foto Malang Jaman Dulu 2

Karena tidak muat pada pos pertama, berikut saya sambung pada bagian 2. semoga makin bernostalgia







 Atas : RS Lavalette
 Atas : Kayu Tangan


galeri foto bagian 3

Galeri Foto Malang Jaman Dulu

Saya lahir dimana masa2 nasionalisme begitu kuat. Pagelaran 17 agustus yg meriah dan syahdu, populernya lagu2 perjuangan, serta tayangan Indonesia 'banget' oleh TVRI. Permainan rakyat semacam bangsodor,entek,bektor,engklek dll mengalami booming dimana2. Tak heran masa kecil penuh kenangan. Apalagi bapak termasuk bebas memperbolehkan anaknya keluyuran 'dolen'.

Saya hobi berenang gratis di kali brantas,wendit dan yg berbayar murah meriah, senaputra diakhir minggu. Semuanya ditempuh dgn berjalan kaki bersama teman2 atau naik bemo, yg kalo ga salah tarifnya masih 25 apa 50rupiah,hehe. Tentu saja karena byknya berjalan, maka banyak tempat yg saya rekam dlm pikiran.  kamera masih barang mahal pada saat itu :).
Seperti baru kemarin saja mengingat2nya,hehe.

Dalam rangka mengenang Malang jaman dulu, berikut saya sajikan galeri foto, yg mana mungkin beberapa sudah pernah dipajang blog lain,yg lain adalah koleksi museum belanda.
Ya itung2 mengenang kota tercinta  yg semakin byk dihapus sudut2 tuanya seiring jaman.semoga kita terpacu menjaga kelestariannya:) i love u Malang- n my country 'Indonesia' 
Merdeka!


dibawah ini adalah bemo yg populer pada jamannya,hehe...
diatas adalah kantor pos malang

Diatas : jembatan juanda yg masih kokoh sampai sekarang

atas :bioskop grand dan salah satu komplek di hamid rusdi

atas: hotel pelangi dekat alun2 dan pasar klodjen


atas: sumber porong(lawang), candi kidal, dan selekta




Atas : ALUN ALUN (klik utk memperbesar)

Dibawah ini adalah jalur trem, semasa kecil saya sempat melihatnya di seberang toko avia

lanjut ke Galeri foto Malang jadul 2

Buku Lembah Hijau

Ini adalah buku terbitan balai pustaka yg sudah sangat jadul. Sialnya, buku ini sangat berkesan dalam hidup saya. Membacanya pertama kali saat masi smp, sungguh terharu berat saya dibuatnya.

Tidak salah buku karangan Nursjamju ini masuk "terbaik",dan sempat menjadi juara. Dicetak sampai beberapa kali oleh balai pustaka.
Ceritanya sih simple, tentang seorang anak yatim yg ditinggal mati bundanya. Nah perjalanan hidup selanjutnya itu yg menarik saat menemui berbagai karakter manusia. Untuk kelas buku bacaan, buku ini menawarkan nilai2 yg lebih dari sekedar bacaan, namun tuntunan kebaikan yg simpel.

Luangkan waktu bagi anda membacanya, atau utk putra putri anda. Buku ini sendiri masih tersedia di perpus kota malang. Dijamin tidak menyesal :) hehe