Jalan Wiro Margo - Embong Pecinan

Jl Wiro Margo ,atau jaman dulu dikenal sebagai 'Embong Petjinan Tjilik'. Terletak di dekat pasar besar ,atau selisih satu gang dari pecinan.
Paling istimewa, banyak rumah tua yg masih asli, belum mengalami pemugaran. Lokasi ini banyak ditinggali warga cina dari dulu hingga sekarang,terutama yg berprofesi pedagang

Orang2 jaman dulu juga menyebutnya "Urek Urek"

Lokasi ini mudah dicari bagi siapa saja karena lokasinya yg dekat pasar besar. 
Utamanya banyak yg berjualan bunga utk selamatan, kemanten atau lahiran bayi
Bangunan2 yg masih asli tempo dulu, atau tinggalan lama. Khas pertokoan jaman dulu



Kawasan ini sedikit lupa dari perhatian karena letaknya yg nylempit

Justru itu yg membuatnya terasa lenggang di tengah keriuhan pasar besar

Apa Kabar Alun Alun ?

Alun alun merdeka Malang kini memiliki wifi , dan menyematkan julukan cyberpark. Dibangun juga bangku2 utk pemakai internet dgn laptop. 

Tamannya juga ditata dan dirawat sedemikian rupa sehingga tampak bagus. Di pagi hari saat bulan puasa , byk yg menjadikan alun alun sbg lokasi favorit kunjungan utk jalan2 atau sekedar berolahraga , krn saat puasa begini para pedagang lumayan berkurang

Keberhasilan pemerintah menata alun2 sedemikian rupa patut diacungi jempol
Sayang tidak dibarengi kesadaran para pencari nafkah di sekitar lokasi ini. Padahal byk yg merindukan kawasan ini steril dari pedagang, dan menikmati waktu bebas bersama keluarga. Pedagang kerap berkucing2an dgn satpol PP, belum lagi dengan pengamen dan pengemis yg hilir mudik
Hanya warga luar kota yg masih sering berkunjung ke alun alun. Warga Malang sendiri banyak yg memilih mengunjungi taman2 lain yg baru dibangun pemerintah seperti taman trunojoyo, taman merjosari, taman merbabu. 
Utk itu perlulah kesadaran para pencari nafkah yg melanggar aturan berdagang di alun2.  Semata mata demi ketertiban dan kenyamanan bagi khalayak umum. Pemerintah pun perlu menerapkan aturan tegas, agar tidak sia2 membangun alun2 sedemikian rupa. Banyak dari warga Malang yg memiliki kenangan masa kecil dgn alun2, namun enggan datang sebab kurang memperoleh kenyamanan.
Bagaimanapun juga alun2 merupakan bagian dari kota Malang, yg masih memerlukan kepedulian. Apa yg baik semoga bisa diterapkan pada taman2 lain, dan yg tidak baik dicegah tidak sampai menular ke taman2 yg lain yg masih steril

Yang Terlupakan : Lapangan di Tengah Kota

Dulu hampir tiap kampung memiliki lapangan, atau sekedar tempat terbuka luas dan lapang. Periode 90 an ke bawah, tempat2 inilah yg memfasilitasi hiburan, olahraga dan aneka kegiatan bagi penduduk kota Malang. Dari sepakbola, panggung agustusan, orkes hingga layar tancap. Seiring perkembangan jaman, beberapa musnah berganti hunian, salah satunya lapangan setaman. Lapangan yg diperuntukkan olahraga voli itu bisa berganti rupa menjadi aneka ajang saat warga kampung selorejo gang 6 punya gawe. Meriah sekali lapangan2 tempo dulu, sebelum dibangun menjadi rumah.
Lapangan di sekitar stadion Gajayana sedikit bernasib baik. Tidak diratakan seluruhnya, namun bukan berarti lebih beruntung. Dulu area gajayana sangat luas, muat utk puluhan anak kecil main bola, terdiri dari beberapa tim. Selain itu pinggiran luar gajayana teduh dgn aneka pohon. Yg bernasib apes lainnya adalah Lapangan Tembalangan
Edisi kali ini akan menampilkan lapangan2 yg  masuk 4 besar, dan masih bertahan di tengah himpitan kota Malang , tidak termasuk Lapangan Rampal

1. Lapangan Taman Gayam
 Berada di jalan taman gayam, di antara jalan buah2an. Utk menjumpainya bisa lewat kawi atas, kemudian belok kiri sebelum mencapai dieng
Berada dekat dgn bareng kulon, perumahan menengah, lapangan ini malah lebih sering dipakai pemuda2 luar kota dari timur Indonesia, yg sedang menempuh kuliah di Malang.

2. Lapangan Cengger Ayam
Berada di jalan cengger ayam , kota Malang. Lapangan ini diapit kantor kecamatan Lowokwaru dan SMAN 7 Malang. Dari Kedawung, belok al Hikam, terus belok kiri utk menjumpainya. Lapangan yg paling byk dipakai hingga kini , dari kegiatan olahraga harian hingga kompetisi

3. Lapangan Amprong
Lapangan di jalan amprong ini juga merupakan lapangan kebanggaan warga sanan. Salah satu yg terluas dan memiliki  lapangan utk olahraga lain di salah satu sudutnya. Selain lapangan sepakbola, ada lapangan voli, badminton dan terkadang dipakai tenis meja.
Lokasi lapangan ini berada dekat SDN bunulrejo 2, dan rumah penduduk, didukung nuansa sejuk disekitarnya
Lapangan ini nyaris tidak mengalami perubahan, hanya disekelilingnya skrg dipasang jaring, yg kemungkinan utk mencegah bola keluar ke rumah penduduk. Bisa dicapai dari jl bengawan solo, kemudian masuk jalan sebelah SMPN 20

4. Lapangan Sampo

Nah ini yg terakhir
Lapangan legendaris ini adalah tempat lahirnya ARMADA 86, atau AREMA. Disinilah dulu tim AREMA ditumbuhkan dgn  kedekatan. Lokasinya berada di jalan Sempu, atau jalan kepulauan. Dari SMAN 5 atau SMKN 4, masuk lurus di jalan samping markas Angkatan Laut
Bangunan besar itu SMP 18, dulunya jika tidak salah sekolah rakyat atau sekolah teknik (ST) , saya sedikit lupa.
Di area lapangan ini tersedia pula lapangan voli. Lokasinya yg dekat dgn kampung membuat lapangan ini terjaga dan populer. Diarah utaranya ada banyak warung, yg lumayan salah satunya soto banjar


Demikian lapangan2 yg masih bertahan di tengah kota Malang. Berada di gempuran jaman, lapangan ini memegang peran penting perkembangan masyarakat kota Malang. Beruntunglah anda yg bertempat tinggal tidak jauh dari salah satu lapangan di atas